Sebelumnya saya sudah membahas tentang Virtual Private Network atau yang biasa disebut VPN. Berikut [Link] artikel nya. Nah, sekarang saya akan mengkonfigurasi VPN di Windows Server 2016. Karena basisnya Windows Server, maka keperluan aplikasi VPN sudah tersedia dan siap dipasang menggunakan Server Manager.
Halo, kali ini akan membahas tentang cara menginstal dan mengkonfigurasi ZPanel di Windows Server 2016.
Sebelumnya saya sudah membahas tentang Administrasi VM di Hyper-V Windows Server 2016. Pada postingan yang terpisah ini saya membahas tentang cara ekspor dan impor VM atau Virtual Machine di Hyper-V Windows Server 2016. Berikut pembahasan nya.

Postingan sebelumnya "Membuat dan Menjalankan VM di Windows Server 2016 menggunakan Hyper-V" saya sudah menjelaskan bagaimana membuat VM di Hyper-V Manager dengan mudah. Setelah ini kita akan mempelajari bagaimana memanfaatkan Router Mikrotik seperti RouterOS X86 dan CHR (Cloud Hosted Router) untuk bisa digunakan di Hyper-V.
Karena RouterOS X86 tidak mendukung Hypervisor seperti Hyper-V maka alternatif nya adalah dengan menggunakan CHR. CHR dapat berjalan dengan baik di atas Hypervisor seperti ESXi, Hyper-V, dan KVM. Berikut alasan nya. Dikutip dari halaman Reddit: [Link].
- Windows Server 2016
- Hyper-V Manager
- File Harddisk (vhdx) Mikrotik CHR.
- Client (GNU/Linux atau Windows)
Topologi:
Langkah-langkah Konfigurasi
Selanjutnya, buka Hyper-V Manager dengan cara: Buka "Server Manager" > Lalu "Tools" > Pilih "Hyper-V Manager". Pada Hyper-V Manager pilih Server kemudian pilih "Virtual Switch Manager".
Berikut dibawah ini adalah contoh beberapa Virtual Switch saya. Syaratnya, agar topologi dapat bekerja saya menggunakan 2 Virtual Switch. Yang pertama ini bertipe External. Fungsi nya untuk menjembatani interface fisik dengan interface virtual pada Virtual Switch. Virtual Switch ini lah yang akan menghubungkan Router dengan interface fisik server Hyper-V.
Virtual Switch yang kedua ini bertipe Private. Virtual Switch ini hanya khusus difungsikan untuk bekerja di jaringan virtual yang terisolasi di Hyper-V. Virtual Switch ini lah yang akan menghubungkan Client dengan Router.
Selanjutnya, masuk ke pembuatan VM. Buat VM untuk CHR seperti membuat VM pada umumnya. Hanya saja resource atau sumber daya yang dibutuhkan CHR untuk berjalan sangat minimum.
Kemudian untuk konfigurasi Network Adapter, Router dihubungkan dengan 2 interface yang mengarah ke Switch External "LAB TKJ" dan Switch Private "Hyper-V Internal Network".
Selanjutnya untuk Client, hanya dibutuhkan 1 interface yang terhubung ke Virtual Switch "Hyper-V Internal Network". Hal ini memungkinkan Client untuk terhubung ke Router yang berada dalam satu Virtual Switch yang sama.
Tahap ke dua, kita akan mengkonfigurasi CHR dengan menerapkan fungsi DHCP Client, Source NAT, DNS Server, dan Static Routing. Pertama mari ubah identity dan buat Router menjadi DHCP Client. Kemudian tambahkan Source NAT.
Kemudian konfigurasikan DNS Server dan IP Adress statik pada Interface Ethernet2 Router.
Untuk tambahan, fungsikan juga Router sebagai DHCP Server. DHCP Server ini berjalan pada interface ethernet2 yang mengarah ke klien.
Konfigurasikan Client untuk satu jaringan dengan Router. IP Client harus satu subnet dan mempunyai konfigurasi gateway yang mengarah ke Router melalui vSwitch.
Verifikasi
Selanjutnya cek apakah IP Address sudah valid dan sesuai dengan yang sudah dikonfigurasikan di file /etc/network/interfaces.
Kemudian lakukan pengujian komunikasi ke Internet dengan melakukan Ping dan Traceroute.
Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat.
Pada tutorial sebelumnya yang membahas Instalasi dan Konfigurasi Hyper-V di Windows Server 2016 kita sudah menginstal dan mengkonfigurasi Virtual Switchnya. Sekarang kita akan membahas bagaimana cara membuat VM dan menjalankan nya.
Membuat dan Menjalankan VM Windows Server 2012 R2
Untuk membuat VM caranya mudah sekali, cukup dengan melakukan konfigurasi nya di Hyper-V Manager, lalu dijalankan. Pertama, buka Server Manager > Tools > Hyper-V Manager.
Kemudian pada Hyper-V Manager, Klik Menu Action > New > Virtual Machine. Untuk membuat Virtual Machine baru.
Ketika jendela wizard sudah terbuka, pertama ada beberapa tutorial singkat dan penjelasan mengenai cara membuat VM, seperti bagian yang saya tandai di bawah. Klik Next untuk melanjutkan.
Kemudian spesifikasikan Nama VM pada Bagian 1 dan spesifikasikan letak dimana file konfigurasi VM akan tersimpan. Klik Next jika sudah selesai.
Kemudian spesifikasikan Generation nya. Maksud generation disini seperti berikut :
- Generation 1 : VM akan mendukung 32-bit atau 64-bit OS dan menyediakan kompatibilitas dengan versi Hyper-V sebelumnya.
- Generaion 2 : VM jenis ini menyediakan beberapa dukungan hardware terbaru, seperti UEFI dan VM membutuhkan 64-bit OS.
Ketika sudah selesai kemudian tekan Next.
Selanjutnya tentukan seberapa banyak Memori RAM yang akan disediakan Hyper-V untuk VM. Ketika sudah selesai klik Next.
Selanjutnya tentukan Virtual Switch yang akan digunakan VM untuk tersambung ke Jaringan. Setiap VM dapat mempunyai lebih dari satu koneksi ke Virtual Switch. Namun pada wizard ini kita hanya bisa mengatur nya sampai satu saja. Klik Next jika sudah selesai.
Kemudian tentukan Virtual Harddisk yang akan digunakan VM. Tentukan nama Harddisk tersebut dan ukuran nya. Namun apabila ingin menggunakan Virtual Harddisk yang sudah ada. Maka opsi yang tepat adalah dengan memilih parameter "Use an existing virtual hard disk". JIka suah selesai klik Next.
Selanjutnya tentukan media instalasi VM, kita bisa menggunakan file ISO. Atau jika ingin melewati bagian ini dengan memilih "Install an operation system later". Bisa juga dengan memilih media instalasi dari Floppy Disk di "Install an operation system from a bootable floppy disk". Bisa juga dengan Network Boot dengan memilih "Install an opearting system from a network based installation server". Klik Next jika sudah selesai.
Setelah semua bagian sudah kita konfigurasi, selanjutnya akan masuk ke tahap "Summary". Tahap ini menampilkan setiap konfigurasi VM yang akan dibuat. Klik "Finsih" jika sudah selesai.
Setelah VM sudah berhasil dibuat, Klik VM tersebut, lalu pada Menu Action > Connect. Untuk masuk ke tampilan grafik VM.
Setelah klik Connect, selanjutnya nyalakan VM tersebut. Klik Menu Action > Start.
Seperti inilah tampilan grafik VM yang sudah berhasil berjalan pada Hyper-V.
Untuk mematikan VM bisa dengan mengklik Menu Action > Shut Down. Atau dengan Menu Action > Poweroff. Bedanya Shutdown akan mengirim pesan "shutdown" ke OS. Sedangkan Poweroff, VM akan dimatikan secara paksa, mirip seperti menekan tombol mati pada komputer fisik.
Oke, cukup sekian. Terima kasih dan semoga bermanfaat.





























